Pembukaan Lahan Kelapa Sawit

Pembukaan lahan adalah kegiatan yang dilakukan mulai perencanaan tata ruang dan tata letak lahan sampai dengan pembukaan lahan secara fisik.

1. Perencanaan tata ruang dan tata letak lahan

Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan laha untuk pembangunan perkebunan kelapa sawit. Kegiatan ini meliputi penelitian-penelitian yaitu

  • Topografi
  • Iklim
  • Status dan tata guna lahan
  • Tanah
  • Jaringan saluran air dan sungai
  • Jaringan jalan
  • Perkampungan dan penduduk

2. Pembukaan Lahan Hutan

Pembukaan kebun dalam kontek sistem berarti merombak sistem alam menjadi sistem baru yang diinginkan dengan memasukkan energi untuk mendukung sistem tersebut. Mengubah sistem alam yang heterogen dengan tindakan yang ekstensifikasi menjadi sistem pertanian yang relatif homogen (monokultur kelapa sawit) merupakan suatu transformasi yang memerlukan input energi (tindakan intensifikasi) untuk mendukung keberadaan sistem baru tersebut

Konsep Hutan

Konsep Hutan dalam kontek sistem akan lebih mudah dimengerti bila ditinjau dari sosiografi tumbuhan, yaitu cabang dari yang mempelajari interaksi antara tumbuhan dalam pola pembentukan dan perkembangan evolusi masyarakat tumbuhan arah perkembangan serta mekanisme perkembangannya. Faktor lingkungan yang dominan dalam menentukan arah dan bentuk masyarakat tumbuhan didaerah tropis yaitu iklim, terutama jumlah curah hujan dan pola penyebaran tahunannya.

Kelompok masyarakat tumbuhan akan terus berubah dari masa ke masa (berevolusi) sampai mencapai suatu keseimbangan yang dinamis dengan lingkungannya (homeostasis). Pada kondisi homeostasis ini , bentuk masyarakat tumbuhan disuatu tempat akan mencapai klimak yaitu bentuk masyarakat yang tidak akan berubah lagi dalam suatu seri suksesi. Klimaks hutan tidak dapat menghasilkan energi langsung bagi manusia sehingga tidak dapat mendukung perkembangan masyarakat manusia, baik dilihat dari segi tingkatkebudayaan maupun populasi penduduknya.

Konsep Perkebunan

Perkebunan adalah suatu masyarakat tumbuhan yang anggota masyarakatnya ditanam oleh manusia. Pembukaan hutan dan pembangunan perkebunan adalah usaha manusia untuk menggantikan suatu klimaks masyarakat tumbuhan yang ada menjadi suatu masyarakat tumbuhan yang baru serta mempertahankannya sebagai klimaks buatan.

Oeh karena perkebunan kelapa sawit merupakan klimaks buatan yang diluar kehendak mekanisme homeostasis maka alam akan berusaha mengembalikannya menjadi klimaks alami (hutan). Usaha untuk mempertahankan klimaks buatan ini harus didukung oleh energi yang lebih besar dari energi daerah sekitarnya. Pembukaan hutan dan perawatan tanaman merupakan usaha untuk memberikan energi kepada klimaks buatan dengan efektif dan efisien. Dengan demikian, pembukaan lahan dan perawatan tanaman akan merubah masyarakat tumbuhan yang produksi energi nettonya nol.

Pembukaan Lahan

Konsep pembukaan lahan perkebunan dapat dilakukan dengan cara dengan proses tanpa pembakaran (zero burning) dan proses dengan pembakaran. Pembukaan lahan dengan proses zero burning masih merupakan suatu konsep yang memerlukan penegakan hukum dengan sanksi yang mengikat. Kebanyakan petani tardisional masih menggunakan metode pembukaan lahan dan pematangan tanah melalui proses pembakaran karena biaya yang murah. Namun dalam skala besar proses dengan cara ini dapat meningkatkan emisi gas monoksida dan dapat mempengaruhi iklim global.

Pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan dalam operasional pembukaan lahan sampai penanaman kelapa sawit antara lain sebagai berikut :

  • Memberi batasan areal yang akan dibuka
  • Memilih lokasi bibitan mulai pembibitan
  • Melakukan tender pembukaan lahan pada beberapa kontraktor
  • Membuat Surat Perintah Kerja kepada kontraktor terpilih
  • Membuat batas blok-blok pekerjaan dalam areal yang akan dibuka
  • Membuat saluran drainage utama (bila diperlukan)
  • Imas dan tumbang (semimekanis)
  • Pembakaran, Perun (timbunan kayu), dan rumpuk atau perun dan rumpuk yang dilakukan secara mekanis (tanpa bakar)
  • Membuat jalan utama (diikuti jalan pengumpul dan saluran air)
  • Membuat teras bersambung (khusus pada areal berbukit)
  • Memancang
  • Membersihkan jalur tanam dan pasar tikus (jalan perintis)
  • Menanam kacang-kacangan penutup tanah
  • Menanam Kelapa Sawit
This entry was posted in Pengenalan Kelapa Sawit, Tips & Trik, Uncategorized and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>