Pembuatan Jaringan Jalan dan Saluran Air Perkebunan Kelapa Sawit

a. Pembuatan jaringan Jalan
Pembuatan jaringan jalan sebaiknya dilakukan sebelum pekerjaan imas dan tumbang. Dengan adanya jalan pada saat memulai pembukaan lahan, akan meningkatkan mutu pekerjaan pembukaan lahan itu sendiri. Perkebunan kelapa sawit menghasilkan menghasilkan produk dalam bentuk TBS yang bersifat Bulk. Untuk mengeluarkan TBS dari dalam blok ke TPH (tempat penumpukan hasil) dan mengangkutnya ke tempat pabrik pengolahan, mutlak diperlukan jaringan jalan yang dapat memenuhi beberapa persyaratan dan manfaat. Jaringan jalan tersebut yaitu : pasar tikus, rintis tengah, jalan pengumpul, sub jalan utama dan jalan utama.

b. Pembuatan saluran Air
Pembuatan saluran air dimaksudkan untuk mengendalikan tata air didalam wilayah perkebunan. Metode pengendalian air yang umum digunakan yaitu irigasi dan drainase. Irigasi merupakan usaha untuk menambah air kedalam wilayah, sedangkan drainase merupakan kebalikannya. Hal ini perlu disadara agar tidak terjadi kekeliruan dalam pemakaian terminologi irigasi untuk tata nama (nemenclature) drainase karena kedua sistem ini saling berlawanan dan tidak mungkin digabung menjadi satu kesatuan. Untuk mencegah timbulnya kerancuan dalam tata nama sistem drainase, berikut dijelaskan tipe dan ukuran saluran.

  • Drainase lapangan (field drains; secara salah kaprah disebut parit tersier)
  • Berfungsi menyekap air yang ada dan/atau mengalirkannya dipermukaan tanah, dalam keadaan tertentu berfungsi menurunkan permukaan air tanah. Drainase ini merupakan parit buatan.
  • Drainase Pengumpul (collection drains; secara salah kaprah disebut parit sekunder)
  • Berfungsi mengumpulkan air dari suatu areal tertentu dan mengalirkannya ke pembuangan. Merupakan buatan manusia dan dapat berbentuk parit, kolam, waduk dan lainnya. Dapat juga berupa teras bersambung dan benteng, dimana bentuk pengumpulannya berdiri sendiri dan pembuangannya melalui peresapan tanah.
  • Drainase pembuangan (Outlet drains; secara salah kaprah disebut parit primer)
  • Berfungsi mengeluarkan air dari suatu areal tertentu dan umumnya memanfaatkan kondisi alam yang ada seperti sungai, jurang, rendahan dan lainnya. Jika tidak dapat memanfaatkan kondisi alam juga dapat berupa saluran buatan (kanal), pompa dll
This entry was posted in Tips & Trik, Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>