Harga Sawit Naik Turun, Pengusaha Minta CPO Fund Dioptimalkan

Harga Sawit Naik Turun, Pengusaha Minta CPO Fund Dioptimalkan - Masih belum stabilnya kondisi perekonomian dunia, ternyata membuat semakin anjloknya harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di pasar global. Hal ini yang kemudian dikeluhkan oleh pengusaha industri sawit nasional. Menteri Perindustrian, Saleh Husin, mengatakan terkait hal itu pihaknya telah bertemu dengan Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) beberapa waktu lalu. Menurutnya, GIMNI meminta pemerintah untuk menurunkan besaran pungutan ekspor CPO yang selama ini dilakukan Badan Pengelolaan Dana Perkebunan (BPDP) Sawit.

Kalangan pengusaha mengusulkan dana perkebunan kelapa sawit (CPO Fund) dioptimalkan untuk bisa kembali dimanfaatkan oleh sektor industri. Hal ini disampaikan dalam rapat koordinasi Komite Badan Pengelolaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit dengan sejumlah pemangku kebijakan mulai pemerintah hingga kalangan pengusaha hari ini.

Meski telah diminta untuk menurunkan besaran pungutan CPO tersebut, tetapi tidak mengungkapkan besaran penurunan pungutan yang diminta oleh para pelaku industri tersebut. Selain soal penurunan besaran pungutan CPO, pelaku industri kelapa sawit juga meminta pemerintah menghilangkan pungutan ekspor cangkang sawit (palm kernel shells). Karena itu, pengusaha mengeluhkan selama ini cangkang sawit tersebut dianggap sebagai limbah.



Industri otomotif yang tergabung dalam Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) telah mendukung berjalannya program mandatori ini dengan menyesuaikan sistem mesin kendaraan, khususnya kendaraan berat seperti truk.

Dengan tren penurunan harga minyak mentah dan berimbas pada melemahnya harga minyak sawit, menurut kalangan pengusaha, limbah sangat mungkin diolah oleh industri. Karena harganya juga lagi rendah jadi cell oil, seperti yang cangkang, Dengan keadaan yang sedang turun (harga), perlu ditinjau bea pungut yang mungkin dapat dikurangi.

Tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 69 Tahun 2014. Beleid ini digunakan untuk menekan jumlah impor barang bahan baku dari negara lain.

Itulah Harga Sawit Naik Turun, Pengusaha Minta CPO Fund Dioptimalkan.

Stok Sawit Malaysia Turun, Harga Sawit Akhirnya Menguat

Stok Sawit Malaysia Turun, Harga Sawit Akhirnya Menguat - Emiten sektor perkebunan kelapa sawit mulai pulih tahun ini didukung oleh tren kenaikan harga jual minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO). Kenaikan harga dipengaruhi oleh ekspektasi penurunan inventori setelah berkurangnya suplai CPO di pasar.

Sebagian besar perusahaan perkebunan sawit tidak akan lepas dari penurunan volume panen tandan buah segar (TBS) sawit tahun ini. Hal ini dipicu El Nino dan kebakaran hutan yang melanda sejumlah wilayah perkebunan nasional tahun lalu. Volume produksi minyak sawit berpeluang turun dengan perkiraan level terendah bulan depan. Terjadinya penurunan volume produksi bersamaan dengan tren pertumbuhan ekspor CPO tentu akan berdampak positif terhadap harga jual tahun ini.

Harga CPO akhirnya bisa menguat 0,21% di level 2.387 ringgit atau Rp7,54 juta per ton pada Rabu (13/1/2016) pukul 11.26 WIB. Sebelumnya, kontrak berjangka CPO untuk Maret 2016, kontrak teraktif di Bursa Malaysia, harga CPO dibuka melemah 0,04% pada level 2.381 ringgit per ton.

Hal ini sejalan dengan pengingkatan impor minyak kedelai China yang naik 14% mencapai 81,69 juta ton pada 2015. China merupakan negara importer terbesar kedua setelah Thailand. CPO diperdagangkan menguat di saat mayoritas pasar saham dan komoditas global bergerak di zona merah, akibat kecemasan atas laju perlambatan ekonomi China.

Harga minyak Brent juga mengalami kenaikan 1,20% ke US$31,23/barel pada siang ini. Sebelumnya, seperti yang dikutip Bloomberg, produksi cukup terpengaruh, sehingga persediaan kemungkinan akan turun lebih dalam pada kuartal ini.




Harga jual CPO bakal meningkat hingga Maret-Mai tahun ini. Terbuka peluang harga naik menuju level 2.700 Ringgit Malaysia per ton. Meski cenderung naik, pemodal harus hati-hati dengan harga jual CPO mulai Agustus tahun ini, seiring kemungkinan kembali melonjaknya produksi selama musim panen.

Dampak cuaca El Nino ini tentu menjadi sentimen positif terhadap emiten perkebunan kelapa sawit tahun ini, khususnya sepanjang semester I-2016. Berbagai faktor tersebut mendorong Maybank Kim Eng Securities untuk mempertahankan beli saham AALI dengan target harga Rp 24.000 per saham.

Sementara itu, Badan Minyak Sawit Malaysia (The Malaysian Palm Oil Board/MPOB) mengungkapkan, persediaan minyak sawit akhir Desember 2015 mencapai 2,63 juta ton atau turun sekitar 10% dari bulan sebelumnya sebanyak 2,90 juta ton. Penurunan dipicu koreksi volume produksi sepanjang Desember 2015 menjadi 1,39 juta ton dibandingkan November 2015 mencapai 1,65 juta ton.

Persediaan minyak sawit di Malaysia periode Desember 2015 menurun seiring dengan rendahnya produksi karena fenomena El-Nino yang merusak pola cuaca pada tahun lalu. Mengutip riset Macquarie yang telah dipublikasikan pada 11 Januari 2015, Malaysian Palm Oil Board (MPOB) melaporkan stok crude palm oil (CPO) Desember sebesar 2,63 juta ton, di bawah perkiraan konsensus sebesar 2,76 juta ton. Berdasarkan pada data MPOB, penurunan stok kali ini merupakan yang pertama kali sejak meningkatnya aktifitas El-Nino pada Agustus 2015.

Grafik: Stok & Produksi Minyak Sawit Malaysia


Di sisi lain, Macquarie menilai bahwa permintaan CPO masih dalam kondisi yang cukup baik. Ekspor CPO Malaysia per Desember memang dilaporkan turun 2 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Namun penurunan tersebut masih lebih baik dari perkiraan konsensus sebesar 5 persen. Macquarie menilai bahwa permintaan masih cukup tinggi karena harga sawit yang lebih kompetitif dibanding komoditas lain seperti minyak kedelai.

Berdasarkan catatan Macquarie, minyak sawit pada Desember diperdagangkan lebih rendah $157 per ton dibanding harga minyak kedelai. Penurunan produksi yang didukung oleh permintaan  cukup tinggi tentunya dapat mendukung peningkatan harga CPO pada 2016 ini.   

Di pasar komoditas, dampak dari El-Nino sudah terasa sejak September 2015. Berdasarkan data Bareksa, harga CPO periode 26 Agustus 2015 telah menyentuh level RM1.867 per ton atau terendah sepanjang tahun. Namun sejak September harga mulai bergerak naik 33 persen menuju level RM2.400 per ton.

Grafik: Harga CPO


Namun, peningkatan harga  pada kuartal terakhir 2015 tidak diikuti dengan naiknya harga saham perusahaan-perusahaan sawit yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sepanjang 2015 indeks saham perkebunan turun 26,87 persen, lebih dalam dari IHSG yang turun 12,13 persen. Sementara pada tiga bulan terakhir, indeks saham perkebunan baru menguat 6 persen.

Itulah Stok Sawit Malaysia Turun, Harga Sawit Akhirnya Menguat.

Harga Sawit Jambi Merangkak Naik Januari 2016

Harga Sawit Jambi Merangkak Naik Januari 2016 - Petani sawit Jambi sepertinya sedikit bernafas lega, pasalnya harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit berangsur naik. Harga TBS saat ini memang sudah mulai membaik. Meski membaik, namun perubahannya belum begitu signifikan.

Penetapan kenaikan harga TBS sesuai dengan isi rapat mingguan bersama instansi terkait yaitu asosiasi dan perusahaan sawit yang ada di Jambi.

Kenaikan harga ini tak sama. Misal untuk sawit berusia 10-20 tahun harga sebelumnya Rp 1.283, 24 naik menjadi Rp 1,291.97. Sedangkan untuk usia 21-24 tahun harganya Rp 1,244.50 untuk minggu sebelumnya. Sementara untuk Minggu ini naik menjadi Rp 1,253.01. Dan untuk usia 25 tahun keatas harganya Rp 1,187.18 naik menjadi Rp 1,195.35 per kilogramnya.

Harga minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Provinsi Jambi untuk periode 8-14 Januari 2016, kembali naik Rp32 per kilogram atau dari Rp5.864,00 menjadi Rp5.896,00/kg. Untuk harga TBS kelapa sawit usia tanam 3 tahun ke atas pada sepekan ini mengalami kenaikan tipis Rp7,00/kg dari Rp1.003,00 menjadi Rp1.010,00/kg. Sementara itu, harga inti sawit naik Rp58,00/kg dari Rp4.280 menjadi Rp4.338,00/kg, dengan Indeks K yang dipakai adalah 85,06%.




Berikut harga lengkap TBS untuk usia tanaman 3 tahun Rp1.010.00/kg dan usia tanam empat tahun Rp1.077,00/kg.

Untuk usia tanam 5 tahun Rp1.126,00/kg dan 6 tahun Rp1.174,00/kg, kemudian harga TBS sawit usia tanaman 7 tahun Rp1.203,00/kg. Kemudian untuk usia tanam TBS 8 tahun senilai Rp1.229,00/kg, 9 tahun Rp1.253,00/kg, 10--20 tahun harganya mencapai Rp1.291,00/kg, usia 21--24 tahun Rp1.253,00/kg dan di atas 25 tahun Rp1.195,00/kg. Harga CPO, TBS dan inti sawit tersebut ditetapkan oleh tim perumus dalam rapat yang dihadiri pihak pengusaha sawit, koperasi, dan kelompok tani sawit setempat.

Itulah Harga Sawit Jambi Merangkak Naik Januari 2016.

3 Faktor Penopang Harga Sawit Naik

3 Faktor Penopang Harga Sawit Naik - Prospek CPO di tahun 2016 bisa lebih baik dari tahun lalu. Prediksi akan semakin naik apabila ditinjau dari sisi produksi CPO yang menurun akibat El Nino. Anomali cuaca tersebut akan mengganggu proses pembungaan dan pembuahan kelapa sawit. Trend perbaikan harga Tandan Buah Segar di Riau sudah terjadi beberapa pekan terakhir.


Berikut 3 Faktor Penopang Harga Sawit Naik :

1. Badai El Nino diprediksi akan berlanjut hingga Maret 2016. Hal ini tentu akan membawa peluang kenaikan harga CPO, apalagi jika adanya badai tersebut bisa berdampak pada turunnya produksi CPO Indonesia dan Malaysia.

2. Program biodiesel pemerintah Indonesia yang mewajibkan campuran 15% bahan bakar nabati minyak kelapa sawit pada bahan bakar minyak (BBM). Program ini membuat permintaan CPO oleh Pertamina terus mengalami peningkatan. Harapannya, kenaikan permintaan dalam negeri bisa mengurangi pasokan CPO Indonesia untuk pasar global sehingga berimbas pada kenaikan harga.

3. Adanya kerjasama dua produsen CPO terbesar yakni Indonesia dan Malaysia dalam mengembangkan industri ini dengan membentuk Dewan Negara-negara penghasil minyak kelapa sawit atau Council of Palm Oil Producing Countries (CPOP).

Itulah 3 Faktor Penopang Harga Sawit Naik.

Harga Sawit Naik - Harga CPO 2016 Belum Pulih

Harga Sawit Naik - Harga CPO 2016 Belum Pulih, Minyak Sawit Mentah alias crude palm oil (CPO) cukup bertenaga di tahun 2015. Badai El Nino hingga program biodiesel Indonesia mendukung kenaikan harga CPO. Mengutip Bloomberg, Jumat (31/12) harga CPO kontrak pengiriman Maret 2016 di Malaysia Derivative Exchange turun tipis 0,4% menjadi RM 2.485 per metrik ton dibanding sehari sebelumnya.

CPO berhasil mencatat kenaikan sebesar 11,18% di tahun 2015. Pergerakan harga CPO bertolak belakang dengan pelemahan harga komoditas lainnya terutama minyak. Padahal, harga minyak mentah dunia berpotensi menyeret CPO.

Harga sawit kemungkinan besar masih stagnan dan sangat sulit naik. Hal ini dipengaruhi harga minyak dan gas bumi yang tidak kunjung naik juga. Faktor lain penyebab stagnannya harga sawit adalah masih lesunya kondisi ekonomi negara-negara yang menjadi tujuan ekspor CPO atau minyak mentah kelapa sawit.

Memasuki 2016, diramalkan harga sawit naik dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan harga ini terjadi karena 2016 ini produksi CPO diprediksi menurun. Selain akibat anomali cuaca, tahun ini kebun kelapa sawit banyak memasuki umur replanting. Baik Indonesia maupun Malaysia, cukup luas kebun yang memasuki usia replanting.

Prediksi akan semakin naik apabila ditinjau dari sisi produksi CPO yang menurun akibat El Nino. Anomali cuaca tersebut akan mengganggu proses pembungaan dan pembuahan kelapa sawit. Tren perbaikan harga Tandan Buah Segar di Riau sudah terjadi beberapa pekan terakhir.





Kekhawatiran utama di tahun 2016 terkait dengan harga sawit dunia adalah perlambatan perekonomian di tiongkok yang bisa membenamkan harga CPO maupun menurunnya konsumsi CPO dunia. Mengingat Tiongkok merupakan Negara terbesar kedua di dunia yang menjadi Negara strategis untuk tujuan ekspor.

Data menunjukan bahwa harga CPO terus mengalami penurunan sejak tahun 2011 silam. Di tahun 2011 harga CPO masih sempat menyentuh level RM 3.927 per tonnya. Dan terus mengalami penurunan hingga akhir tahun 2015 ini. Di tahun 2015 ini, harga CPO sempat menyentuh level tertinggi di kisaran RM 2.487 per ton, dan pernah menyentuh level terendahnya di harga RM 1.800 per ton.

Pekan ini saja, harga TBS umur 10 tahun sampai 20 tahun naik Rp 23,29 per kilogram. Hingga 5 Januari mendatang harga TBS umur 10 tahun sampai 20 tahun sudah mencapai Rp 1.395.98. Minggu sebelumnya harga TBS memang sempat turun Rp 21,02 per kilogram. Tapi penurunan ini terjadisetelah sebelumnya naik Rp 39,00 per kilogram untuk umur 10-20 tahun.

Tahun 2016 ini harga kelapa sawit diramalkan naik. Secara global, sawit memang bersaing dengan minyak kedelai. Tapi produksi kedelai ini masih rendah. Petani kelapa sawit juga tidak perlu khawatir meskipun tahun lalu serapan pasar impor kurang.

Banyak analis yang merasa khawatir jika penurunan harga minyak mentah dunia ikut menurunkan harga komoditas, termasuk sawit di tahun 2016 nanti. Dengan pertumbuhan ekonomi dunia yang masih lambat, pasokan yang melimpah dikhawatirkan akan membuat harga minyak mentah terus mengalami penurunan.

Dalam jangka pendek setidaknya di kuartal pertama, saya memperkirakan harga CPO masih akan berada dalam rentang RM 2.300 hingga RM 2.500 per tonnya. Di tahun 2016 jika skenario tekanan harga CPO terjadi, saya melihat potensi turunnya di kisaran RM 1.800 per ton tetap ada. Sementara itu potensi harga CPO naik terbatas pada harga RM 2.630 per ton.

Untuk menghadapi berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), menurut Achmad, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Hal ini mengingat industri kelapa sawit Indonesia sudah lebih dulu mengalami liberalisasi. Untuk itu, pemerintah harus mengatur dan mengawasi pekerja di perkebunan dengan lebih baik. Hal ini dilakukan agar para pekerja lokal tidak kalah dibanding tenaga asing.

Itulah Harga Sawit Naik - Harga CPO 2016 Belum Pulih.

Harga Sawit Hari Ini Anjlok

Harga Sawit Hari Ini Turun - Harga Sawit Hari Ini Anjlok, Sepanjang 2015, rata-rata harga sawit (CPO) masih di bawah harga batas pengenaan bea keluar US$ 750 (Rp 10,275 juta) per ton. Kondisi ini membuat perusahaan memilih mengolah CPO menjadi minyak goreng, sabun, hingga mentega, daripada hanya mengekspornya dalam bentuk mentah atau setengah jadi.

Anak perusahaan PT Astra International Tbk yang bergerak di bidang perkebunan sawit, PT Astra Agro Lestari (AALI), mencatat penurunan laba bersih cukup dalam pada kuartal ketiga 2015. Berdasarkan laporan kinerja perusahaan, hingga September 2015, laba perusahaan tercatat Rp 145 miliar atau turun 92,3 persen dibandingkan laba pada periode yang sama tahun 2014 yang mencapai Rp 1,88 triliun.

PT Astra Agro Lestari Tbk menyatakan tak akan meningkatkan aktivitas perkebunan kelapa sawitnya pada tahun depan, menyusul anjloknya harga komoditas tersebut. Anak usaha Astra International ini akan lebih fokus ke sektor hilir, dengan menggarap industri pengolahan minyak sawit (CPO). Bisnis hulu kelapa sawit yang lesu, membuat harga komoditas tersebut anjlok, sehingga karena kurang peminat.


Harga Sawit Hari Ini Anjlok


Sebagai gantinya, perusahaan akan banyak melakukan pengembangan pada industri pengolahan bernilai tambah. Sehingga produk minyak sawit alias crude palm oil (CPO) tak lagi dijual mentah.

Sementara untuk tahun depan, PT Astra Agro Lestari akan memangkas 25 hingga 30% anggaran belanja modalnya menjadi sekitar Rp 1,82 triliun. 

Pembangunan CPO mill tersebut, membutuhkan investasi mencapai US$ 120 juta atau Rp 1,64 triliun, dengan kapasitas produksi 45 ton per jam. CPO mill ini untuk mengolah sawit menjadi produk mentega, minyak goreng, sabun dan lainnya.

Demikian sedikit informasi mengenai Harga Sawit Hari Ini Anjlok, semoga bermanfaat buat anda.

Harga Sawit Hari Ini di Jambi Mulai Naik


Harga Sawit Hari ini di Jambi Mulai mulai mengalami kenaikan bila dibanding beberapa bulan sebelumnya. seperti diberitakan tribun jambi bahwa penentuan harga TBS kelapa sawit Provinsi Jambi Harga Tandan Buah segar (TBS) kelapa sawit ditingkat petani maupun perusahaan naik tips Rp 40 per kilogram menjadi Rp 1.208,91 perkilogram dari periode sebelumnya. Demikian juga dengan CPO dan inti sawit menunjukkan perkembangan harga yang mulai menggairahkan.

Data Harga Sawit tersebut sesuai rumusan antara nilai rendemen sawit serta Indeks K yang ditentukan oleh tim Pokja provinsi Jambi yang terdiri dari dinas perkebunan Jambi bersama Gapkindo, Apkasindo dan perwakilan Disbun kabupaten/kota provinsi Jambi serta para petani maupun pengusaha sawit. Sehingga setiap pekan harga TBS selalu mengalami perubahan, sesuai rumus penghitungan tersebut di Dinas Perkebunan.

Berdasarkan harga Tandan buah segar (TBS) Jambi priode 4-10  Desember 2015 sawit umur tanaman 10-20 tahun yang menjadi acuan Rp 1.208,91 per Kg. Demikian untuk harga crude palm oil (CPO) juga mengalami kenaikan menjadi Rp5.519,96 per Kg. Dikuti lagi dengan kenaikan harga kernel oil menjadi Rp3.766,13 per kg. Menurut tim Pokja naiknya harga TBS, CPO maupun kernel oil sawit seiring dengan naiknya harga crude palm oil (CPO) dan kernel di pasaran dunia. Sesuai hukum pasar global yakni antara suplay dan demand. Menurut Apkasindo sebesar apapun kenaikan harga sawit tentunya akan berimbas pada penghasilan petani jambi yang mayoritas mengandalkan sawit. 


Harga Sawit Hari Ini di Jambi Mulai Naik


Berikut Harga Sawit Periode 04 - 10 Desember 2015
  • Harga Sawit Umur 3 tahun = Rp 947,00
  • Harga Sawit Umur 4 tahun = Rp 1008,09
  • Harga Sawit Umur 5 tahun = Rp 1054,71
  • Harga Sawit Umur 6 tahun = Rp 1098,96
  • Harga Sawit Umur 7 tahun = Rp 1126,73
  • Harga Sawit Umur 8 tahun = Rp 1150,42
  • Harga Sawit Umur 9 tahun = Rp 1173,24
  • Harga Sawit Umur 10-20 tahun = Rp 1208,91
  • Harga Sawit Umur 21-24 tahun = Rp 1172,17
  • Harga Sawit Umur 25 tahun = Rp 1117,72

Harga Sawit CPO Rp 5519,96
Harga Sawit inti Rp 3766,13

Sementara indeks K 85,98 % 

Bagaimanatanggapan anda mengenai Harga Sawit Hari Ini di Jambi Mulai Naik ?

Harga Sawit Hari Ini Naik Tipis

Setelah dua pekan lalu terus-terusan mengalami penurunan, pada pekan ini Harga Sawit Hari Ini Naik Tipis. Dimana pada pekan ini, harga TBS untuk tanaman umur tiga tahun berada di lever harga Rp 917,43 per Kilogram (Kg) nya dan untuk umur 10 tahun keatas dilevel Rp 1.281.70 per Kg.

CPO berhasil rebound meskipun mata uang ringgit terpantau mengalami peningkatan terhadap dollar AS. Biasanya peningkatan ringgit menjadikan harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi relatif lebih mahal bagi pembeli luar negeri sehingga permintaannya turun.

Sementara itu Kenaikan harga TBS sawit di Riau sebesar Rp 32,86 perkilogram. Untuk TBS sawit umur 3 tahun naik menjadi Rp 917,43 perkilogram, TBS sawit umur 4 tahun naik menjadi Rp 1.024,51 perkilogram, TBS sawit umur 5 tahun naik menjadi Rp 1.096,32 perkilogram. TBS sawit umur 6 tahun naik menjadi Rp 1.128,54 perkilogram, TBS sawit umur 7 tahun naik menjadi Rp 1.171,62 pertahun, TBS sawit umur 8 tahun naik menjadi Rp 1.208,15 perkilogram, TBS sawit umur 9 tahun naik menjadi Rp 1.246,93 perkilogram.

Lain hal dengan Kota Subulussalam diminta agar menindaklanjuti hasil keputusan tim penetapan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit ke pabrik yang ada di sana. Petani pun diminta agar proaktif dan melaporkan jika masih ada pihak pabrik yang semena-mena membuat harga TBS tanpa mematuhi harga yang ditetapkan tim.

Selain itu, disarankan perlunya kesepakatan merasionalkan ongkos angkutan TBS agar tidak merugikan petani. Sebab, jika ongkos angkut TBS bisa ditekan atau disesuaikan maka para petani akan sangat terbantu. Sebab Sejauh ini belum adanya sebuah keputusan menyangkut ongkos angkutan TBS kelapa sawit sehingga dinilai mempengaruhi pendapatan para petani di Subulussalam.
Besar harapan ongkos TBS tidak memberatkan petani karena kemahalan sehingga menambah kos. Ongkos angkut juga mempengaruhi harha TBS karena nanti pembeli atau agen pasti akan membeli TBS lebih murah dengan dalih ongkos.



Harga Sawit Hari Ini Naik Tipis


Penguatan Harga Sawit Hari Ini Naik Tipis didukung oleh pelemahan nilai tukar ringgit terhadap dollar AS. Pergerakan harga CPO berjangka pada perdagangan selanjutnya masih berpotensi untuk melanjutkan penguatan. 

Harga CPO Indonesia dan Malaysia pada perdagangan lantai bursa komoditas terpantau mengalami peningkatan yang lumayan. Harga komoditas ini memanfaatkan aksi bargain hunting yang dilakukan oleh para pelaku pasar untuk masuk ke dalam teritori positif.

Harga CPO kontrak paling aktif di bursa komoditas Malaysia tampak mengalami kenaikan terbatas. Harga kontrak Februari 2016 yang merupakan kontrak paling aktif menguat sebesar 37 ringgit dan diperdagangkan pada posisi 2.248 ringgit per ton.

Rilis data ekonomi AS yaitu GDP Growth Rate QoQ yang diindikasikan berdasarkan survey para ekonom akan melemah, hal ini berarti akan menggambarkan perlambatan pertumbuhan ekonomi AS. Jika hasil ini terjadi, maka akan melemahkan dollar AS.

Dampak dari kenaikan dollar adalah melemahnya ringgit. Pelemahan ringgit menjadikan harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi relatif lebih murah bagi pembeli luar negeri sehingga permintaannya meningkat. Nilai tukar USD_MYR menguat 0,19% pada posisi 4,2218.

Bagaimana menurut pendapat anda tentang Harga Sawit Hari Ini Naik Tipis ?